A. MENDEFINISIKAN PENGERTIAN
ETIKA BERBUSANA
Pengertian Etika (Etimologi),berasal
dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti Watak kesusilaan atau adat
kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang
merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”,
yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan
perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.
Menurut Frans Magniz–Suseno, etika ialah ilmu yang mencari
orientasi, etika mau mengerti mengapa kita harus mengikuti ajaran moral
tertentu, atau bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab
berhadapan dengan berbagai ajaran moral. Sementara itu, Drs.H.Hasbullah
Bakry,SH. mengemukakan etika yaitu ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan
mana yang buruk dengan melihat pada amal perbuatan manusia sejauh yang dapat
diketahui akal pikiran.
Dalam kaitannya dengan
berbusana, maka dapat diartikan bahwa etika berbusana yaitu suatu ilmu yang
memikirkan bagaimana seseorang dapat mengambil sikap dalam berbusana tentang
model, warna, corak (motif) mana yang tepat baik sesuai dengan kesempatan, kondisi
dan waktu serta norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
Estetika berbusana dapat diartikan sebagai suatu bidang pengetahuan yang
membicarakan bagaimana berbusana yang serasi sesuai dengan bentuk tubuh
seseorang serta kepribadiannya. Berbusana yang indah dan serasi yang menerapkan
nilai-nilai estetika berarti harus dapat memilih model, warna dan corak,
tekstur, yang sesuai dengan pemakai.
Etika Berbusana yang Baik
1. Menutup Aurat Bagian Tubuh
Saat ini banyak kita jumpai gadis dan wanita yang tidak menutup aurat dengan
bajunya, sehingga dapat memunculkan rangsangan kepada kaum laki-laki yang
melihatnya. Ada banyak pilihan pakaian yang tertutup dan sopan yang bisa
digunakan tanpa mengurangi kecantikan perempuan. Seharusnya pemerintah
memberikan teguran dan hukuman bagi orang-orang yang mengumbar tubuhnya.
2. Sesuai Dengan Tujuan, Situasi dan Kondisi Lingkungan
Jika ingin sekolah gunakanlah pakaian seragam sekolah, bukan pakaian untuk
tidur (piyama), renang, kerja, dan lain-lain. Apabila suhu di luar rumah sangat
dingin, gunakanlah jaket yang tebal, bukan memakai pakaian tipis.
3. Tampak Rapi, Bersih, Sehat, dan Ukurannya Pas
Pakaian yang dipakai sebaiknya pakaian yang telah dicuci bersih, disetrika rapi
dan jika dipakai tidak kebesaran maupun kekecilan. Pakaian yang kotor merupakan
sarang penyakit bagi kita diri sendiri maupun kepada oang lain yang ada di
sekitarnya.
4. Tidak Mengganggu Orang Lain
Pakailah baju-baju yang biasa-biasa saja tidak mengganggu akivitas maupun
kenyamanan orang lain. Misalnya menggunakan gaun wanita dengan ekor puluhan
meter sangat tidak pantas jika kita gunakan di tempat seperti di bus umum.
5. Tidak Melanggar Hukum Negara dan Hukum Agama
Sebelum memakai pakaian ada baiknya diingat-ingat dulu hukum di dalam maupun di
luar negeri. Hindari memakai pakaian yang bertentangan dengan adat istiadat,
hukum budaya yang berlaku di tempat tersebut. Di mana bumi di pajak, di situ
langit di junjung.
B.
MENDEFINISIKAN PENGERTIAN ESTETIKA BERBUSANA
Estetika berasal dari kata “estetis” yang berarti indah.
Estetika berbusana berarti berbusana dengan memperhatikan syarat-syarat
estetika atau keindahan. Tujuan estetika bernusana antara lain agar :
1. Dapat bergaul dengan baik tanpa rasa rendah diri; dan
2. Menimbulkan kewibawaan seseorang karena berbusana yang
indah,
Pada dasarnya bahwa manusia adalah mahluk yang senang pada
sesuatu yang serasi,
bagus dan indah. Dapat dikatakan bahwa manusia membutuhkan sesuatu
yang indah atau senang melihat yang indah. Sebelum manusia mempergunakan bahan
tekstil, manusia melumuri badannya dengan lumpur berwarna, menghias badannya
dengan
tattoo atau menutup badannya dengan rantai dari kerang,
manik-manik, daun-daunan, kulit kayu yang dipukul-pukul.
Selain dari
pada itu mereka melubangi telinga atau hidungnya untuk menggantungkan
perhiasan, menata rambut, kuku dan ber-make up. Semuanya itu bermaksud supaya
lebih baik, cantik atau indah. Setelah lebih berkembang pemikirannya, manusia
mulai belajar menenun sehingga dapat menghasilkan bahan pakaian yang dinamakan
tekstil.
Dengan
makin meningkatnya produksi tekstil pada setiap waktu, setiap orang dapat
mempergunakannya dengan leluasa. Sebagai orang yang belajar Ilmu Kesejahteraan
Keluarga khususnya dan mempergunakan bahan umumnya diharapkan dapat memanfaatkannya
semaksimal mungkin, sehingga bahan tekstil atau busana ini dapat betul-betul
berfungsi untuk dirinya. Supaya busana ini dapat berfungsi untuk keindahan
kalau seseorang
terampil memilih warna, corak, dan model yang disesuaikan
dengan pemakai,
sehingga dengan busana itu dapat :
- -Menutupi Kekurangan Pada Tubuh
Seseorang
Busana dapat berfungsi untuk menutupi kekurangan pada
tubuhnya seperti orang yang gemuk agar tampak langsing perlu memilih model atau
corak yang banyak menggunakan garis vertikal.